Populasi dan sampel

Sugyono (1997 : 57)  memberikan pengerti bahwa , “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Nazir (1983: 327) mengatakan bahwa, “Populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orangnya atau bendanya”.
Nawawi (1985:141) menyebutkan bahwa, “Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung ataupun pengukuran  kualitatif maupun kuantitaif daripada karanteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap”. Sedangkan Riduwan dan Tita Lestari (1997:3) mengatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian”.
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa : “Populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan  memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian.
Ada dua jenis populasi, yaitu populasi berbatas dan populasi tidak berbatas (tak hingga).
1.    Populasi Terbatas
            Populasi terbatas adalah populasi yang mempunyai sumber data yang jelas batasnya secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya.
Contoh :
a.    Jumlah Penduduk Kota Bandung 2.500.000 jiwa.
b.    Jumlah 400 mahasiswa yang mendapat beasiswa program Bidik Misi di Sulawesi Barat.
c.    Jumlah 1490 guru Sd di Yogyakarta mengikuti prajabatan.
2.    Populasi Tak Terbatas
Populasi tak terbatas yaitu sumber datanya tidak dapat ditentukan batas-batasnya sehingga relatif tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah.
Contoh :
a.    Penelitian logam mulia di suatu daerah ada beberapa warga mendulang emas di ruangan bawah tanah sebagai mata pencahariannya, kemudian mereka mengambil beberapa logam yang mengandung emas sampai tak terhingga kali pengambilan, maka setiap kali pengambilan batu akan mendapatkan logam yang mengandung emas yang tak terhingga banyaknya atau ukurannya
b.    Suatu percobaan seorang bandar akan melemparkan sepasang dadu sampai tak terhingga kali lemparan, maka setiap kali mencatat sepasang bilangan yang muncul akan mendapatkan sepasang nilai yang tak hingga pula.
c.    Meneliti beberapa liter pasang surut air laut pada bulan purnama
Berdasarkan sifatnya, populasi dapat digolongkan menjadi populasi homogen dan populasi heterogen.
1)        Populasi Homogen adalah sumber data yang unsur memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif
2)        Populasi Heterogen adalahn sumber data yang unsur memiliki sifat atau keadaan yang berbeda (bervariasi) sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Subana (2000:25) mengatakan bahwa “Hasil dari objek pada populasi yang diteliti harus dianalisis untuk ditarik kesimpulannya dan kesimpulan itu berlaku untuk seluruh populasi”.
Dalam melaksanakan penelitian, walaupun tersedia populasi yang terbatas dan homogen, adakalanya peneliti tidak melakukan pengumpulan data secara populasi, tetapi mengambil sebagian dari populasi yang dianggap mewakili populasi (representatif). Hal ini berdasarkan pertimbangan yang logis, seperti kepraktisan, keterbatasan biaya, waktu, tenaga dan adanya percobaan yang bersifat merusak (destruktif).
Contoh :
(1)   Untuk mengetahui kekuatan pisau baja pemotong kain, kita tidak perlu menerapkan setiap pabrik tekstil diperiksa dan diuji kekuatan pisaunya.
(2)   Untuk mengetahui daya tahan lampu pijar merek tertentu, kita tidak perlu menggunakan semua produk keluaran pabrik lampu tersebut untuk ditunggui dan dicatat lamanya nyala lampu tersebut.
Denagn meneliti secara sampel diharapkan hasil yang telah diperoleh akan memberikan kesimpulan dan gambaran yang sesuai dengan karakteristik populasi. Jadi, hasil kesimpulan dari penelitian sampel dapat digeneralisasikan terhadap populasi.

Suharsimi Arikunto (1998: 117) mengatakan bahwa : ” Sampel adalah bagian dari populas (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian dalah sebagian dari populasi yang diambil sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi”. Sugiyono (1997 :57) memberikan pengertian bahwa ; “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Karena tidak semua data dan informasi akan diproses dan tidak semua orang atau benda akan diteliti melainkan cukup dengan menggunakan sampel yang mewakilinya. Dalam hal ini sampel harus representatif disamping itu peneliti wajib mengerti tentang besar ukuran sampel, teknik sampling, dan karakteristik populasi dalam sampel.

No comments:

Post a Comment